teori filtrasi

Meskipun kinerja proses filtrasi tidak secanggih mesin-mesin jaman sekarang, proses ini tetap menjadi penting bagi proses manufaktur di industri. Proses filtrasi telah digunakan pada beberapa industri seperti farmasi, kosmetik, makanan, minuman, dan kimia.

Filtrasi adalah pemisahan padatan dari suspensi dalam cairan dengan medium berpori atau saringan yang menahan padatan dan mengizinkan cairan untuk lewat. Secara umum, pori-pori medium lebih besar dari partikel yang harus dilepas, dan filter hanya bekerja secara efisien setelah endapan awal telah terperangkap dalam medium.

Faktor Utama Yang Memengaruhi Filtrasi

  • Sifat cairan (massa jenis, viskositas, dll)
  • Sifat padatan (bentuk, ukuran partikel, distribusi ukuran, dll)
  • Proporsi padatan dalam slurry
  • Tujuan filtrasi: menyaring cairan atau padatan

Material Media Filter

Bahan tenun: Biasanya media ini terbuat dari bahan wool, sutra, katun, benang logam, dan benang sintesis (nilon, rayon, dll). Bahan katun adalah bahan yang paling umum digunakan. Namun, Nylon lebih unggul untuk penggunaan farmasi, karena tidak terpengaruh oleh jamur serta bakteri dan tidak menyerap fluida.

Lembaran Logam: Contohnya adalah pelat stainless steel yang memiliki pori-pori untuk saluran filter.

Tipe Filtrasi

Cake filtration dan Deep Bed Filtration

Cake filtration:

Ketika cairan mengandung padatan yang tinggi, penyaringan cake (kue) sering digunakan sebagai teknologi penyaringan fisik. Cairan melewati media filter sementara padatan membentuk lapisan di permukaannya. Selama siklus filtrasi, lapisan ini menahan partikel lain dan menjadi lebih tebal, menciptakan ‘kue filter’. Setelah partikel mulai menjembatani dan membangun media filter, mereka menjadi penghalang untuk retensi partikel lebih lanjut.

Media filter menjadi pembawa filter yang sebenarnya kue filter dan penyaringan kue terjadi melalui ini. Jika padatan yang ada tidak dapat membentuk lapisan awal pertama, maka bantuan filter dapat digunakan untuk melapisi filter terlebih dahulu. Alat bantu filter juga dapat ditambahkan selama filtrasi untuk mempertahankan struktur terbuka, memastikan filter cake tetap permeabel dan fluks yang sesuai dan ketebalan cake tercapai. Alat bantu filter yang umum termasuk selulosa, tanah diatom (Kieselguhr) dan perlit. Penyaringan kue biasanya digunakan dalam proses di mana cairan telah dibawa ke dalam kontak dengan bahan aktif, seperti karbon aktif, bleaching atau katalis.

Deep Bed Filtration:

Dapat didefinisikan sebagai filter granular untuk menghilangkan TSS dari limbah pengolahan sekunder menggunakan kedalaman media setidaknya empat kaki pada laju filtrasi lebih dari 2 gpm/ft2. Media kasar biasanya digunakan untuk mendorong penetrasi yang dalam dari padatan ke dalam lapisan media. Hal ini memungkinkan runtime filtrasi lebih lama. Pencucian balik udara dan air secara bersamaan digunakan untuk memastikan pembersihan filter sesuai kebutuhan.

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TENTANG PERALATAN PROSES KIMIA LAINNYA!

Kontributor: Daris Arsyada

Sumber:

M. Walas, Stanley. 1990. Chemical Process Equipment: Selection and Design. Kansas: Butterworth-Heinemann.

https://ceng.tu.edu.iq/ched/images/lectures/chem-lec/st4/c5/lec%2016.pdf

https://www.solidswiki.com/index.php?title=Deep_Bed_Filters

https://magadhuniversity.ac.in/download/econtent/pdf/Filtration_Theory%20and%20Factors%20affecting_Pharm%20Eng%20I.pdf

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *