thickener and clarifier

Sifat-sifat larutan sangat penting untuk diperhatikan pada industri yang menggunakan bahan mentah larutan. Dengan mengontrol sifat larutan hasil proses industri dan limbahnya akan menjadi baik. Salah satu peralatan yang dapat mengendalikan larutan adalah sistem thickener dan clarifier.

Thickener (pengental) dan clarifier (penjernih) keduanya digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan dengan pengendapan pada skala sangat besar. Thickener digunakan untuk mengonsentrasikan padatan, sedangkan clarifiers digunakan untuk memurnikan cairan. Perbedaan antara Clarifier dan Thickener tidak kentara karena secara visual akan terlihat sama. Pada dasarnya, pengental dan penjernih keduanya digunakan untuk mengendapkan padatan yang menghasilkan pemisahan cairan dan padatan. Pengental digunakan untuk mengonsentrasikan padatan, sedangkan clarifiers digunakan untuk memurnikan cairan.

Manfaat thickener dapat bervariasi dari pengguna ke pengguna tergantung pada kebutuhan produsen dan industri. Misalnya, pengental dapat digunakan di lokasi di mana pasokan air terbatas atau sangat mahal, menyediakan air proses yang dapat digunakan kembali segera kembali ke pabrik. Peralatan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau menghilangkan endapan di kolam. Di beberapa industri, mereka digunakan sebagai Clarifier untuk menghilangkan mineral dan butiran halus dari air.

Cara Kerja

Thickener. Sumber: https://www.911metallurgist.com/blog/difference-between-clarifier-and-thickener
  1. Umpan memasuki kotak pemecah kecepatan di mana kelebihan energi dikeluarkan dari bubur sebelum memasuki pipa umpan thickener.
  2. Flokulan ditambahkan ke dalam pipa umpan dan bercampur dengan padatan, membentuk aglomerasi yang lebih besar, yang akan dengan cepat mengendap di bagian bawah Thickener.
  3. Sumur umpan terlalu besar sehingga memungkinkan udara yang terperangkap, yang terkandung dalam bubur umpan, naik dan hilang sehingga tidak memasuki zona pengendapan utama di dalam Thickener.
  4. Padatan terflokulasi mengendap di bagian bawah thickener, memadatkan di tempat yang dikenal sebagai zona kompresi, menciptakan bubur padat.
  5. Padatan Pengental padat disapu ke kerucut underflow pengental dan dikeluarkan melalui pompa bubur melalui pipa underflow. Kepadatan slurry underflow dapat bervariasi berdasarkan jenis bahan yang diproses, distribusi ukuran padatan yang diendapkan, atau faktor proses lainnya tetapi sebagai aturan umum, berkisar antara 35-50% padatan menurut beratnya.
  6. Air bersih naik ke bagian atas Thickener dan meluap ke bendungan periferal ke tempat pencucian koleksi.
  7. Setelah dikumpulkan di mesin cuci luapan, air bersih keluar melalui satu saluran keluar bergelang dan dapat mengalir melalui gravitasi ke tangki penyimpanan air atau kolam air bersih untuk digunakan kembali.

Thickener dan clarifier sering digunakan di pabrik pengolahan air dan air limbah untuk menghilangkan padatan, bahan kimia, mikroba, dan kotoran lainnya. Thickeners dan clarifiers juga dipakai pada industri kertas, industri uranium, industri aluminium, industri batu bara, tembaga, dan produksi bijih besi.

KelebihanKekurangan
Efektif untuk pemisahan padatan dan cairanTidak efektif pada skala kecil
Dapat digunakan untuk berbagai pemisahan cair-padat.Membutuhkan ruang sangat besar
Modal pembangunan sangat besar

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TENTANG PERALATAN PROSES KIMIA LAINNYA!

Kontributor: Daris Arsyada

Sumber:

M. Walas, Stanley. 1990. Chemical Process Equipment: Selection and Design. Kansas: Butterworth-Heinemann.

https://encyclopedia.che.engin.umich.edu/Pages/SeparationsMechanical/ThickenersClarifiers/ThickenersClarifiers.html (diakses pada tanggal 11 Agusutus 2021)

https://www.911metallurgist.com/blog/difference-between-clarifier-and-thickener (diakses pada tanggal 11 Agusutus 2021)

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *