fabrikasi heat exchanger

Dengan kemajuan teknologi, proses fabrikasi saat ini membutuhkan pemahaman dan pengerjaan berstandar tinggi. Peralatan yang dibuat dengan bahan berkualitas dan desain yang memadai dapat muncul kegagalan dalam proses produksi jika pengerjaan tidak berstandar.

Kegagalan heat exchanger apa pun dalam proses manufaktur yang buruk, selain menyebabkan produksi berkurang, dapat menyebabkan kecelakaan dan kerusakan pada peralatan. Oleh karena itu, industri heat exchanger harus merancang heat exchanger sesuai kode. Sangat penting untuk mengnedalikan kualitas produk pada semua tahap fabrikasinya.

Dalam semua jenis manufaktur, metode fabrikasi umum yang digunakan pada heat exchanger adalah, drawing, stretching, rolling, bending, shearing, welding, brazing, grinding, dll. Semua metode ini dapat mengurangi tegangan sisa, yang dapat mengurangi masa pakai komponen atau sistem selama operasi. Oleh karena itu, praktik rekayasa yang baik harus digunakan untuk membuat tegangan sisa seminimal mungkin.

Drawing

Drawing adalah proses manufaktur yang membentuk volume logam dengan mengurangi penampangnya. Hal ini dilakukan dengan cetakan yang luas penampangnya lebih kecil dari benda kerja. Proses ini sangat mirip dengan ekstrusi logam, perbedaannya terletak pada penerapan gaya. Dalam ekstrusi, benda kerja didorong melalui lubang cetakan, sementara drawing itu ditarik.

Skema drawing. Sumber: https://thelibraryofmanufacturing.com/metal_drawing.html

Stretching

Stretching adalah proses pembentukan yang dimana sepotong logam diregangkan dan ditekuk. Proses ini biasanya dilakukan pada stretch press dimana logam dicengkeram di tepinya sehingga tidak bisa lepas. Logam disatukan dengan mencengkeram rahang yang melekat pada pengangkut. Metode ini biasa digunakan untuk menekuk plat menjadi lingkaran atau bersudut.

Peralatan Stretch Forming. Sumber: https://learnmech.com/stretch-forming-process-advantages-and-disadvantages/

Rolling

Rolling didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan logam dimana strip logam ditekan oleh dua atau beberapa rol, sehingga terbentuk ketebalan yang seragam. Untuk melakukan rolling, suhu adalah variabel yang sangat penting. Ada dua jenis proses yaitu pengerjaan panas dan pengerjaan dingin. Jika pelat digulung setelah memanaskan pelat di atas suhu rekristalisasi maka disebut sebagai pengerjaan panas dan jika itu dilakukan pada suhu kamar maka disebut sebagai pengerjaan dingin. Pengerolan merupakan proses yang banyak digunakan dan memiliki produksi yang sangat tinggi.

Skema rolling. Sumber: https://learnmechanical.com/rolling-process/

Bending

Bending adalah proses pembentukan logam saat menerapkan gaya pada subjek, yang menyebabkannya membengkok pada suatu sudut dan membentuk bentuk ‘V’ atau ‘U’.

Skema bending. Sumber: https://thelibraryofmanufacturing.com/sheetmetal_bending.html

Shearing

Shearing adalah proses fabrikasi logam yang digunakan untuk memotong dan menghilangkan material yang tidak diinginkan dari lembaran logam. Shearing dilakukan dengan mengiris lembaran logam dengan mesin atau alat yang ditempelkan pisau. Lembaran logam pertama-pertama diamankan di antara bilah alat atau mesin. Sebagian besar alat dan mesin shearing memiliki lengan untuk mengontrol lokasi pemotongan. Setelah menempatkan lembaran logam pada posisi yang tepat dengan lengan, bilah atas turun untuk mengiris lembaran logam. Saat bilah atas turun, bagian bawah lembaran logam ditekan ke bilah yang lebih rendah.

Skema shearing. Sumber: https://www.custompartnet.com/wu/sheet-metal-shearing

Welding (pengelasan)

Pengelasan adalah teknik penggabungan bahan logam menggunakan bantuan energi panas baik dengan atau tanpa bahan pengisi (filler). Beberapa bahan logam membutuhkan proses dan teknik khusus dalam pengelasan. Bahan-bahan logam yang digabungkan disebut bahan induk dan bahan yang ditambahkan untuk menggabungkan bahan induk adalah bahan pengisi/filler. Selengkapnya mengenai welding bisa Anda klik >>di sini!

Skema welding. Sumber: https://www.twi-global.com/technical-knowledge/faqs/what-is-welding

Brazing

Brazing didefinisikan sebagai proses penyambungan yang menghasilkan penggabungan bahan dengan memanaskannya hingga suhu brazing dengan adanya logam pengisi yang bertitik leleh 840 F dan di bawah logam tidak mulia. Proses penyolderan hanya dapat terjadi ketika logam pengisi memiliki titik leleh di bawah 840 F.

Brazing. Sumber: http://www.poweredperfect.com/blog/brazing-process.html

Ilmu mekanika fluida sangat berkaitan erat dengan perancangan heat exchanger. Salah satu metode yang paling umum untuk mendesain suatu sistem heat exchanger adalah menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu metode menyelesaikan persamaan-persamaan mekanika fluida bahkan reaksi kimia menggunakan komputer, sehingga diperoleh hasil yang komprehensif dan detail. >> Klik di sini untuk mempelajari selengkapnya tentang CFD!

Bagi anda mechanical engineer yang ini meningkatkan skill di bidang heat exchanger atau mechanical engineering secara umum, Kami juga menyediakan solusi yaitu training dengan topik-topik seputar mechanical engineering dengan trainer yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya untuk meningkatkan skill dan kompetensi anda sebagai seorang engineer profesional. Untuk list training mechanical engineering >>klik di sini!

>> KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL HEAT EXCHANGER LAINNYA!

Kontributor: Daris Arsyada

Sumber:

Thulukkanam, Kuppan. 2013. Heat Exchanger Design Handbook Second Edition. New York: CRC Press.

https://thelibraryofmanufacturing.com/metal_drawing.html

Stretch Forming Process -Advantages and Disadvantages

Rolling Process: Definition, Working, Application, Defects, Type of Rolling Mills [PDF]

https://thelibraryofmanufacturing.com/sheetmetal_bending.html

https://www.custompartnet.com/wu/sheet-metal-shearing

https://www.twi-global.com/technical-knowledge/faqs/what-is-welding

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *