Separator gas-liquid

Separator (pemisah) gas-cair digunakan untuk memisahkan aliran multifase menjadi gas dan komponen cair. Proses pemisahannya dua kali: gas dipisahkan dari cairan dan cairan dipisahkan dari gas.

Separator yang dirancang dengan baik harus dapat memisahkan kedua fase satu sama lain pada spesifikasi yang diinginkan. Separator gas-cair umumnya dikategorikan sebagai dua fase atau tiga fase pemisah. Pemisah dua fase bertanggung jawab untuk memisahkan fase gas tunggal dari fase cair tunggal. Pemisah tiga fase, di sisi lain, ditugaskan dengan memisahkan fase gas tunggal serta dua cairan yang tidak dapat bercampur satu sama lain. Dalam industri minyak dan gas, pemisah tiga fase biasanya digunakan ketika aliran masuk terdiri dari sejumlah besar gas, minyak, dan air.

Komponen Separator Gas-Liquid

Separator horisontal dan vertikal. Sumber: https://shareok.org/bitstream/handle/11244/320926/Daniel_okstate_0664D_16020.pdf?sequence=1

Bagian utama dari separator adalah pipa umpan (feed), perangkat inlet, bagian pemisahan gravitasi gas, ekstraktor kabut, dan bagian pemisahan gravitasi cair. Kualitas ditentukan oleh berapa banyak cairan yang tersisa dalam gas yang dipisahkan, dan berapa banyak gas yang tersisa dalam cairan yang dipisahkan. Pada Industri, Umumnya separator gas-cair yang sering dipakai ada dua macam yaitu vertical dan horizontal.

Separator Horisontal

Aliran multifase memasuki separator di saluran inlet dan melewati saluran inlet pendingin (diverter). Aliran mengalir melalui bagian pengendapan gravitasi di mana cairan terakumulasi di bagian bawah dan gas di atas. Dalam bagian ini, cairan diberikan waktu untuk membersihkan dirinya dari semua gas terlarut yang ada di dalam cairan. Proses ini dikenal sebagai degassing. Waktu fase gas overhead tetap di bagian pengendapan gravitasi memberikan tetesan cair kesempatan untuk jatuh dari aliran gas. Saat keluar, gas melewati mist (kabut) extractor. Ekstraktor kabut biasanya terdiri dari wire mesh, pelat atau baling-baling yang digunakan untuk meningkatkan penggabungan tetesan kecil yang masih ada dalam aliran gas. Separator biasanya memiliki kontrol level cairan. Kontrol level mengatur laju aliran cairan yang keluar untuk mempertahankan level cairan yang stabil di dalam pemisah. Juga, pengontrol tekanan yang mengatur laju aliran gas keluar untuk mempertahankan tekanan konstan di dalam bejana.

Separator Vertical

Separator vertikal biasanya memiliki isi bagian dalam yang sama dengan horizontal, tetapi diposisikan secara vertikal. Mirip dengan horizontal, aliran multifase masuk melalui saluran masuk dan melewati perangkat pengkondisian saluran masuk. Cairan mengalir ke bawah menuju pintu keluar di bagian bawah separator sedangkan gas keluar melalui bagian atas. Gas keluar melalui ekstraktor kabut untuk menghilangkan tetesan yang terlalu kecil untuk dipisahkan dari gas di atas kepala fase saat berada di bagian pengendapan gravitasi. Seperti separator horizontal, separator vertikal biasanya memiliki level cairan dan kontrol tekanan yang mengatur cairan dan laju aliran gas, masing-masing. Perbedaan utama antara pemisah horizontal dan vertikal adalah bagaimana cairan curah mengalir relatif terhadap gas yang terperangkap. Dalam separator horizontal, aliran cairan adalah normal terhadap arah aliran gas entrained. Pemisah vertikal, di sisi lain, mengharuskan setiap aliran gas masuk melawan aliran cairan ke bawah. Hal ini membuat degassing cair lebih menantang dalam a pemisah vertikal daripada apa yang seharusnya ada di pemisah horizontal.

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TENTANG PERALATAN PROSES KIMIA LAINNYA!

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

Sumber:

Walas, Stanley M. Chemical Process Equipment: Selection and Design. Stoneham: Butterworth, 1988. Print.

https://shareok.org/bitstream/handle/11244/320926/Daniel_okstate_0664D_16020.pdf?sequence=1 (diakses pada tanggal 26 Agustus 2021)

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *